Blok ini merupakan implementasi dari beberapa area kompetensi pada Standar Kompetensi Dokter Indonesia (KKI, 2012). Level kompetensi yang diharapkan disesuaikan dengan tingkat kemampuan mahasiswa kedokteran semester 2. Setelah mempelajari blok ini mahasiswa semester 2 mampu menjelaskan ilmu biomedik dan determinan kesehatan masyarakat yang berhubungan dengan struktur, fungsi dan metabolisme pada sistem pencernaan dan hepatobilier serta menerapkan ilmu tersebut dalam melakukan pemeriksaan pada
sistem pencernaan dan hepatobilier, dengan menunjukkan sikap profesional, mawas diri dan belajar sepanjang hayat.
Proses pembelajaran dilaksanakan dengan metode kuliah interaktif; PBL (Problem based learning); praktikum untuk pendalaman pengetahuan; dan pelatihan ketrampilan klinik dengan menggunakan role play dan manekin. Permasalahan yang digunakan sebagai trigger /pencetus pada metode PBL diambil dari daftar keluhan yang tercantum pada buku Standar Kompetensi Dokter Indonesia dengan mengutamakan kasus-
kasus yang prevalen. Modul ini membahas lima masalah/ kasus dengan tipe problem berupa eksplanasi.
Blok ini merupakan implementasi dari beberapa area kompetensi pada standar Kompetensi Dokter (KKI, 2012). Level kompetensi yang diharapkan disesuaikan dengan tingkat kemampuan mahasiswa kedokteran semester 2. Setelah mempelajari blok ini mahasiswa semester 2 mampu menjelaskan ilmu biomedik yang berhubungan dengan struktur, fungsi dan metabolisme pada sistem kardiovaskular dan respirasi serta menerapkan ilmu tersebut dalam melakukan pemeriksaan pada sistem kardiovaskular dan respirasi, dengan menunjukkan sikap
profesional, mawas diri dan belajar sepanjang hayat.
Proses pembelajaran dilaksanakan dengan metode kuliah interaktif; PBL (Problem based learning); praktikum untuk pendalaman pengetahuan; dan pelatihan ketrampilan klinik dengan menggunakan role play dan manekin. Permasalahan yang digunakan sebagai trigger /pencetus pada metode PBL diambil dari daftar keluhan yang tercantum pada buku Standar Kompetensi Dokter Indonesia dengan mengutamakan kasus-kasus yang prevalen. Modul ini membahas lima masalah/ kasus dengan tipe problem berupa eksplanasi.
Blok ini merupakan implementasi dari beberapa area kompetensi
pada standar Kompetensi Dokter (KKI, 2006). Level kompetensi yang
diharapkan disesuaikan dengan tingkat kemampuan mahasiswa kedokteran
semester 1. Setelah mempelajari blok ini mahasiswa semester 1 mampu
menjelaskan ilmu biomedik yang berhubungan dengan struktur, fungsi dan
metabolisme susunan saraf pusat - perifer, indera dan endokrin manusia
serta menerapkan ilmu tersebut dalam melakukan pemeriksaan pada
susunan saraf pusat – perifer dan indera manusia, dengan menunjukkan
sikap profesional, mawas diri dan belajar sepanjang hayat.
Proses pembelajaran dilaksanakan dengan metode kuliah interaktif;
PBL (Problem based learning); praktikum untuk pendalaman pengetahuan;
dan pelatihan ketrampilan klinik dengan menggunakan role play dan
manekin. Permasalahan yang digunakan sebagai trigger /pencetus pada
metode PBL diambil dari daftar keluhan yang tercantum pada buku Standar
Kompetensi Dokter Indonesia dengan mengutamakan kasus-kasus yang
prevalen. Modul ini membahas lima masalah/ kasus dengan tipe problem
berupa eksplanasi.
Blok ini merupakan implementasi dari beberapa area kompetensi
pada standar Kompetensi Dokter (KKI, 2012). Level kompetensi yang
diharapkan disesuaikan dengan tingkat kemampuan mahasiswa kedokteran
semester 1. Setelah mempelajari blok ini mahasiswa semester 1 mampu
menjelaskan struktur, fungsi dan metabolisme sel, serta dasar genetika dan
perkembangan organ tubuh manusia pada masa embrio, dan menjelaskan
hubungannya dengan struktur dan fungsi sistem lokomosi manusia.
Proses pembelajaran dilaksanakan dengan metode kuliah inovatif;
PBL (Problem Based Learning); praktikum untuk pendalaman pengetahuan;
dan pelatihan keterampilan klinik dengan menggunakan role play.
Permasalahan yang digunakan sebagai trigger /pencetus pada metode PBL
diambil dari daftar keluhan yang tercantum pada buku Standar Kompetensi
Dokter Indonesia dengan mengutamakan kasus-kasus yang prevalen. Modul
ini membahas lima masalah/ kasus dengan tipe problem berupa eksplanasi.